Thursday , December 14 2017
Home / Expresi Kame / Advokasi RED CARD pada Kasus Salah Transfusi Darah
Advokasi RED CARD pada Kasus Salah Transfusi Darah

Advokasi RED CARD pada Kasus Salah Transfusi Darah

Layanan Penasihat Hukum Masyarakat (PHM) untuk Penyelenggaraan Pelayanan Publik dari Kantor PDKP BABEL merumuskan tindakan kesalahan petugas medis dalam melakukan pengecekan gologan darah untuk keperluan transfusi darah sebagai kategori pengaduan Red Card, yakni sebuah indicator bahwa proses advokasi complain telah mengedepankan hukum formil sebagai acuan dalam penanganan nya, terkecuali pemulihan fisik korban masih menjadi tanggungjawab penyelenggara layanan public.

Demikian disampaikan Ibrohim,SH Ketua Umum PDKP BABEL dalam menjabarkan cara kerja Layanan PHM membedakan model advokasi pengaduan masyarakat yang mereka terima terkait penyelenggaraan pelayanan Publik. Sebab menurutnya PDKPBABEL selama ini memberikan 2 jenis layanan bantuan hukum kepada masyarakat. Pertama bantuan hukum pada kasus hukum materil, dan kedua bantuan hukum pada penyelenggaraan pelayanan public.

“Konsep PHM ini sudah pernah kami implementasikan di 12 Unit Layanan Publik dengan dukungan donor USAID, semua complain bisa kita selesaikan dengan friendly, kecuali kami melihat upaya hukum harus dilakukan demi adanya kepastian hukum kedepannya.” Jelas Ibrohim

Seperti untuk di Bangka Belitung, PDKP BABEL menaruh perhatian untuk mendorong dan memastikan pemerintah daerah menggunakan perannya agar setiap rumah sakit di bangka belitung segera membentuk Bank Darah Rumah Sakit (BDRS).

About Admin

Local Content of Bangka Belitung the Tin Island of World

Baca Juga

Argumentasikan KUHAP Hingga Ke Pelosok Bangka Belitung

Argumentasikan KUHAP Hingga Ke Pelosok Bangka Belitung

“Argumentasikan KUHAP Hingga Ke Pelosok Bangka Belitung” Dengan terakreditasinya PDKP Bangka Belitung sebagai Organisasi Pemberi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *