Tuesday , January 23 2018
Home / Expresi Kame / SYAHRUL FAJRI, ANAK DENGAN 2 GOLONGAN DARAH

SYAHRUL FAJRI, ANAK DENGAN 2 GOLONGAN DARAH

KRONOLOGIS

SYAHRUL FAJRI, ANAK DENGAN 2 GOLONGAN DARAH

Syahrul Fajri, lahir 15 April 2015, anak dari Herman dan Siti Hara beralamat tinggal di Gang Baong 3 Dalam, RT 006, RW 002 Kel. Gabek II Kec. Pakalbalam Pangkalpinang. Memberikan Kuasa kepada organisasi pemberi bantuan hukum PDKPBABEL dengan nomor surat 21/SKK/PDKP/X/2017.

Adapun uraian peristiwa hukum yang terjadi sebagai berikut:

  1. Bahwa pada tanggal 6 Oktober 2017, karena SF mengalami demam panas yang tinggi maka Herman membawanya ke Praktek dr ASE ARDIANTO di Bukit Intan, berdasarkan rekam medis menyatakan Syahrul dirujuk untuk berobat di RSUDDH Pkp;
  2. Pukul 20.10 WIB , Syahrul dibawa ke IGD – RSUDDH dengan kondisi demam, selama berada di IGD Syahrul mendapatkan pelayanan kesehatan di ruang UGD dan selanjutnya di Rawat Inap. Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata diperlukan tindakan transfuse darah kepada SF. Oleh sebab itu dokter jaga IGD melakukan pengambilan sample darah FS dan permintaan darah menugaskan Herman untuk mengambil darah dengan golongan darah AB Rhesus+ ke Palang Merah Indonesi-Pangkalpinang sebanyak 2 x 50CC dalam bentuk PRC, namun dalam formulir permintaan darah dari RSUDDH tidak tertulis jenis golongan darah yang dimintakan;
  3. Saat di PMI sekitar pukul 22.23, Herman ditanya petugas PMI mengenai permintaan darah, sesuai petunjuk yang ia peroleh dari perawat RSUDDH maka herman menjawab membutuhkan golongan darah AB, dan sekitar pukul 00.00 WIB herman menerima darah AB dari PMI.
  4. Sekitar pukul 00.20 dini hari, ketika akan dilakukan transfuse perawat kembali mengkonfirmasi ulang tentang golongan darah Syahrul adalah AB, Herman dan istrinya menjawab mereka berdua sebagai orangtua adalah bergolongan darah A, namun transfuse golongan darah AB tetap dilakukan.
  5. Transfuse golongan darah AB ini dilakukan kesesokan harinya tanggal 8/10/2017 100CC dan selanjutnya 9/10/2017 100CC,;
  6. Bahwa setelah menjalani rawat inap selama 4 hari di RSUDDH, SF dinyatakan dapat pulang oleh dr Budiono Sp.A . Meskipun Herman dan istrinya merasa anaknya SF masih terlihat pucat dan belum pulih;
  7. Berlangsung hingga 2 minggu berada di rumah, kondisi SF terus menangis dan mengalami sesak nafas, bengkak-bengkak dan luka di perut “koreng”. Sehingga akhirnya pada tanggal 21 Oktober 2017 Herman memutuskan membawa SF untuk diperiksa di RSBT – Pangkalpinang
  8. Berdasarkan hasil pemeriksaan diperlukan tindakan transfuse darah kepada SF. Pada saat inilah Herman dan istrinya baru mengetahui bahwa anaknya SF ternyata bergolongan darah A, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan RSBT dan laboratorium Prodia dengan pengambilan sample darah FS dan menugaskan Herman untuk mengambil darah A Rhesus+ di Palang Merah Indonesia.
  9. Atas kejadian tersebut Herman dan istrinya merasa anaknya SF telah mendapatkan pelayanan kesehatan yang tidak aman bahkan beresiko pada kesehatan anak nya yang kini telah meninggal;
  10. Berdasarkan pemeriksaan di RSBT, SF divonis menderita penyakit Leukimia dan mendapatkan rujukan untuk mendapatkan layanan kesehatan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.
  11. Pada tanggal 22 November 2017, atas dukungan bantuan dana dari Baznas, syahrul beserta orangtua dan anak perempuannya berangkat menuju RSCM – Jakarta dengan pendampingan dari KPAD Bangka Belitung;
  12. Saat berada di RSCM – Jakarta, SF kembali harus melakukan transfuse darah A+ dan menjalani kemoterapi untuk keperluan penanganan penderitaan Leukimia. Selama 1 Minggu berada di RSCM, Herman dan Siti Hara menilai keadaan anaknya semakin membaik, namun pada tanggal 7 Desember 2017, Herman dan istrinya memutuskan membawa pulang Syahrul untuk sementara waktu dan akan kembali ke RSCM setelah membahas rencana selanjutnya dengan keluarga besar, sebab pihak dokter RSCM-Jakarta yang menangani penyakit syahrul menyatakan pengobatan SF kemunkginan membutuhkan waktu antara 2-5 Tahun.
  13. Seteleh tiba di Pangkalpinang, karena keadaan sesak nafas dan bengkak di sekitar bibir Syahrul kembali terjadi pada tanggal 8 Desember 2017, maka subuh hari pukul 05.00WIB herman membawa SF ke UGD – RSBT Pangkalpinang. Sehubungan dengan kamar rawat inap di RSBT-Pangkalpinang saat itu diinformasikan petugas sedang penuh, maka sambil pengurusan rujukan ke RSUP Bangka Belitung syahrul mendapatkan layanan tindakan infuse dan oksigen dari UGD-RSBT Pangkalpinang;
  14. Sekitar Pukul 07.00WIB, dengan bantuan ambulance RSBT Pangkalpinang, syahrul dan keluarga dibawa ke RSUP Bangka Belitung. Namun Tuhan berkehendak lain, sekitar pukul 10.00 WIB, SF menghembuskan nafas terakhirnya di RSUP Bangka Belitung.

Demikian laporan Kronologis Kisah SYAHRUL FAJRI, ANAK DENGAN 2 GOLONGAN DARAH yang kini telah beristirahat dengan tenang di Pemakaman Gabek-Pangkalpinang.

 

Tim Penasihat Hukum

PDKPBABEL

About Admin

Local Content of Bangka Belitung the Tin Island of World

Baca Juga

Jalan ke RSUP Soekarno Lewat Air Anyir

Hari itu sekitar tengah malam jam 00.00 WIB, kami mendampingi sahabat ganesha yang sedang kesulitan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *